3. Metodologi: CanonMR Integrated Valuation Model (CIVM)

Bagian ini menguraikan arsitektur dan logika komputasi dari CanonMR Integrated Valuation Model (CIVM) secara rinci, berdasarkan implementasi AutoPortofolio@CanonNimu.


3.1. Arsitektur Sistem CIVM

CIVM dirancang sebagai sistem modular yang memproses data input melalui serangkaian komponen analisis untuk menghasilkan skor saham terintegrasi, yang kemudian digunakan untuk alokasi portofolio awal dan pengelolaan dinamis berkelanjutan melalui rebalancing aktif. Alur kerja umumnya adalah sebagai berikut:

Arsitektur Sistem CIVM A: Data Input C: Valuasi CanonMR F: Nilai Wajar (fp) B: Preprocessing D: Analisis Risiko Z-Score G: Status Z (zst) I: Skor CIVM (adjustedPotential) E: Analisis Teknikal H: Rekomendasi (BUY/SELL/HOLD) L: Pengelolaan Dinamis M: Evaluasi Koreksi K: Target Alokasi (%alloc) J: Alokasi Sainte-Laguë N: Eksekusi Beli/Jual O: Perubahan Kas & Posisi P: Portofolio Aktual Input Data Proses Output Monitoring Eksekusi Portofolio
Gambar 1: Arsitektur Sistem CIVM

Deskripsi Flowchart:

Data input (A) diproses untuk menghasilkan metrik dasar (B). Dari sini, sistem menjalankan tiga komponen analisis paralel: Valuasi Fundamental (C), Analisis Risiko Z-Score (D), dan Analisis Teknikal (E). Valuasi menghasilkan nilai wajar (F: fp), analisis risiko menghasilkan status Z-Score (G: zst), dan analisis teknikal menghasilkan rekomendasi trading (H).

Hasil valuasi dan risiko digabungkan menjadi Skor CIVM (I). Saham dengan skor positif menjadi input algoritma Sainte-Laguë (J) yang menghasilkan bobot target portofolio (K). Sistem kemudian memasuki fase pengelolaan dinamis (L) yang memonitor harga pasar terkini dan posisi aktual. Setelah mengevaluasi perbedaan antara target dan aktual (M), sistem merekomendasikan transaksi (N) dengan mempertimbangkan status risiko dan sinyal teknikal sebagai filter.

Transaksi mengubah kas dan posisi portofolio (O), yang menjadi input baru untuk siklus evaluasi berikutnya. Proses ini berulang secara periodik, menghasilkan portofolio terkelola yang adaptif (P). Jalur putus-putus dari A ke L menunjukkan penggunaan langsung data harga pasar terkini dalam proses pengelolaan dinamis.

Keunggulan pendekatan ini terletak pada integrasinya yang sistematis antara analisis fundamental (valuasi dan risiko), sinyal pasar (analisis teknikal), dan pengelolaan portofolio yang dinamis dan terkontrol. Proses modular ini memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap setiap saham dan keputusan transaksi yang lebih terdisiplin berdasarkan parameter yang jelas.


3.2. Sumber Data dan Pra-pemrosesan

Sumber Data

  • Data laporan keuangan kuartalan (format XBRL/terstruktur) dari BEI/penyedia data
  • Data harga saham harian (OHLC), volume
  • Data jumlah saham beredar, data dividen historis
  • Data sektoral/industri
  • Data makroekonomi (imbal hasil obligasi currentBondYield)

Pra-pemrosesan

  • Pembersihan data (nilai hilang, outlier)
  • Standarisasi item laporan keuangan
  • Perhitungan rasio dasar
  • Pengisian data kuartalan hilang (interpolasi/carry-forward)
  • Penyesuaian harga historis untuk aksi korporasi

3.3. Komponen 1: Valuasi Fundamental CanonMR

Komponen valuasi membaca laba, ekuitas, dividen, pertumbuhan, dan stabilitas historis untuk menghasilkan estimasi nilai wajar yang konservatif. Dokumentasi publik ini hanya menjelaskan alur konseptual; formula, transformasi growth, bobot stabilitas, dan rentang parameter produksi tidak dipublikasikan.

1

Metrik Dasar dan TTM

Sistem menyiapkan data laporan keuangan, harga, dan dividen untuk membaca laba, nilai buku, ROE, DPR, dan kualitas data.

2

Stabilitas dan Guardrail

Stabilitas fundamental digunakan untuk menahan valuasi yang terlalu agresif dan memberi perlakuan berbeda pada emiten yang datanya lebih volatil.

3

Nilai Wajar Internal

Output nilai wajar berasal dari kombinasi anchor konservatif, kualitas laba, dan guardrail risiko. Rumus produksi tetap menjadi rahasia dagang AutoPortofolio.

Formula valuasi produksi, bobot, transformasi, dan parameter kalibrasi tidak dipublikasikan.


3.4. Komponen 2: Analisis Risiko Adaptif

Komponen risiko memeriksa kesehatan finansial, stabilitas fundamental, risiko likuiditas, dan posisi relatif terhadap sektor/subsektor. Tujuannya adalah menolak value trap dan memberi margin of safety yang sesuai dengan kualitas emiten.

Konteks Sektor

Interpretasi risiko disesuaikan dengan karakteristik industri, tetapi ambang dan bobot produksi tidak dibuka ke publik.

Stabilitas Fundamental

Sistem membaca konsistensi penciptaan nilai dan memberi perlakuan berbeda pada emiten yang fundamentalnya stabil atau sangat volatil.

Rahasia Dagang

Threshold, formula diskon risiko, koefisien sensitivitas, dan batas beli maksimal produksi disimpan sebagai rahasia dagang.


3.5. Komponen 3: Integrasi Analisis Teknikal

Analisis teknikal dipakai sebagai filter perilaku pasar, bukan pengganti fundamental. Sistem memeriksa momentum, tren, volatilitas, volume, dan konfirmasi harga sebelum pembelian atau rebalancing.

Bobot indikator, threshold rekomendasi, dan scoring teknikal produksi tidak dipublikasikan. Halaman ini hanya menjelaskan bahwa sinyal teknikal berfungsi sebagai lapisan konfirmasi agar eksekusi tidak melawan kondisi pasar jangka pendek.


3.6. Komponen 4: Skor Saham Terintegrasi

Skor terintegrasi merangkum valuasi, risiko, likuiditas, sinyal pasar, dan kelayakan alokasi menjadi prioritas investasi. Rumus skor, normalisasi, sentinel, dan cara menggabungkan faktor produksi tidak dipublikasikan.

Valuasi Fundamental
Membaca nilai wajar dan potensi upside
Guardrail Risiko
Mencegah value trap dan emiten tidak layak
Filter Pasar
Mengonfirmasi timing dan perilaku harga
Prioritas Internal
Menjadi input alokasi portofolio

3.7. Komponen 5: Alokasi Portofolio Proporsional

Komponen alokasi membagi modal kepada emiten yang layak secara proporsional, menjaga keseimbangan antara potensi, kualitas, likuiditas, dan batas konsentrasi. Prinsip pembagi proporsional dapat dijelaskan secara umum, tetapi rumus prioritas, jumlah unit, skor input, dan penyesuaian produksi tidak dipublikasikan.

Rumus prioritas alokasi produksi disimpan sebagai rahasia dagang AutoPortofolio.


3.8. Komponen 6: Pengelolaan Portofolio Dinamis

Setelah alokasi awal terbentuk, sistem memantau nilai portofolio, posisi aktual, kas, sinyal risiko, dan sinyal pasar untuk menentukan apakah posisi perlu ditambah, ditahan, atau dikurangi. Filter transaksi, batas profit, cooldown, dan aturan koreksi lot merupakan parameter produksi yang tidak dipublikasikan.

Alur Rebalancing Dinamis

Reevaluasi Portofolio
Membaca nilai total, kas, posisi aktual, dan data pasar terbaru
Bandingkan Dengan Target
Membandingkan posisi aktual dengan prioritas alokasi internal
Terapkan Guardrail
Memeriksa risiko, sinyal pasar, ketersediaan kas, dan profit guard internal
Rekomendasi Aksi
Menghasilkan keputusan beli, tahan, jual, atau tunda sesuai guardrail

Catatan Rahasia Dagang

Metodologi publik ini sengaja tidak memuat source code, formula produksi, pseudocode operasional, bobot, threshold, konfigurasi, scoring, atau parameter transaksi. Elemen tersebut adalah aset rahasia dagang AutoPortofolio milik Martua Siringoringo.