Glosarium
Glosarium
Definisi istilah-istilah penting yang digunakan dalam kerangka kerja CanonMR Integrated Valuation Model (CIVM). Glosarium ini disusun untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang konsep dan terminologi yang mendasari penelitian ini.
CanonMR Integrated Valuation Model (CIVM)
Sebuah kerangka kerja (framework) teoretis multifaset yang dirancang untuk penilaian saham, konstruksi portofolio, dan pengelolaan dinamis di pasar saham Indonesia. CIVM mengintegrasikan lima komponen utama:
- Valuasi fundamental dengan modifikasi Graham dan pembobotan CV
- Analisis risiko kebangkrutan dengan Z-Score adaptif
- Analisis teknikal sebagai filter keputusan
- Alokasi portofolio proporsional dengan algoritma Sainte-Laguë
- Pengelolaan dinamis melalui rebalancing aktif dengan filter transaksi
Valuasi Fundamental
Metode untuk menentukan nilai intrinsik suatu aset (dalam hal ini, saham) berdasarkan faktor-faktor fundamental seperti pendapatan, pertumbuhan, dan kesehatan keuangan perusahaan. Dalam CIVM, valuasi fundamental didasarkan pada modifikasi metode Graham dengan penyesuaian berdasarkan volatilitas pertumbuhan (CV) dan kebijakan dividen (DPR).
Graham Number
Formula valuasi yang dikembangkan oleh Benjamin Graham, dihitung sebagai akar kuadrat dari (22,5 × EPS × BVPS), dimana 22,5 adalah hasil perkalian dari batas atas rasio PE yang dapat diterima (15) dan batas atas rasio PB yang dapat diterima (1,5). Formula ini bertujuan memberikan estimasi konservatif nilai maksimum yang sebaiknya dibayarkan untuk saham.
GN = √(22.5 × EPS × BVPS)
Dalam CIVM, Graham Number digunakan sebagai salah satu komponen dalam valuasi hibrida dengan pembobotan berbasis volatilitas (CV).
Coefficient of Variation (CV)
Ukuran dispersi relatif yang dihitung sebagai rasio deviasi standar terhadap rata-rata. Dalam CIVM, digunakan untuk mengukur volatilitas atau ketidakstabilan pertumbuhan nilai buku dan ROE. CV yang lebih rendah menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil dan dapat diprediksi.
CV = σ / μ
Dimana: σ = deviasi standar, μ = rata-rata
Nilai CV digunakan untuk menentukan bobot relatif antara Graham Number dan Graham Formula dalam perhitungan nilai wajar kombinasi CIVM.
Dividend Payout Ratio (DPR)
Persentase laba bersih yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Dalam CIVM, digunakan sebagai faktor penyesuaian untuk nilai wajar saham. DPR dalam rentang optimal (misalnya 28%-42%) dianggap sebagai indikator kebijakan dividen yang seimbang antara reinvestasi dan distribusi kepada pemegang saham.
DPR = Total Dividen / Laba Bersih
CIVM menerapkan penalti pada nilai wajar untuk DPR yang sangat rendah dan memberikan bonus terbatas untuk DPR dalam rentang optimal ke atas.
Z-Score
Model statistik yang memprediksi probabilitas kebangkrutan suatu perusahaan berdasarkan rasio keuangan. Dikembangkan awalnya oleh Edward Altman, CIVM menggunakan versi adaptif yang disesuaikan dengan sektor dan struktur modal.
Dalam CIVM, Z-Score diadaptasi melalui dua mekanisme:
- Adaptasi Threshold: Nilai batas 'Safe', 'Grey Zone', dan 'Distress' disesuaikan berdasarkan karakteristik sektor industri
- Adaptasi Bobot: Bobot komponen rasio (X1-X10) disesuaikan berdasarkan struktur modal perusahaan melalui variabel weightEquity
Status Z-Score ('Safe', 'Grey Zone', 'Distress') digunakan sebagai filter dalam perhitungan CIVM Score dan keputusan transaksi.
Algoritma Sainte-Laguë
Metode pembagian proporsional yang awalnya dikembangkan untuk mengalokasikan kursi dalam sistem pemilu. Dalam CIVM, algoritma ini diadaptasi untuk alokasi modal portofolio secara proporsional berdasarkan skor saham.
Prinsip kerjanya adalah alokasi sekuensial unit modal (kursi) berdasarkan kuosien:
Qi = CIVM_Scorei / (2ni + 1)
Dimana: ni = jumlah unit yang telah dialokasikan ke saham i
Pada setiap iterasi, unit modal diberikan ke saham dengan kuosien tertinggi, kemudian kuosiennya dihitung ulang. Proses ini berulang hingga seluruh unit modal teralokasi.
CIVM Score
Skor terintegrasi yang menggabungkan potensi upside valuasi dan filter risiko Z-Score. CIVM Score merupakan input utama untuk algoritma alokasi Sainte-Laguë.
CIVM_Score = pt (jika status Z-Score 'Safe')
CIVM_Score = -9999 (jika status Z-Score bukan 'Safe')
Dimana: pt = (AdjustedFairPrice - HargaPasar) / HargaPasar
CIVM Score positif mengindikasikan saham yang undervalued dengan risiko kebangkrutan rendah, menjadikannya kandidat potensial untuk alokasi portofolio.
Rebalancing Aktif
Strategi pengelolaan portofolio di mana bobot aset disesuaikan secara berkala untuk mempertahankan alokasi target atau memanfaatkan perubahan kondisi pasar. Dalam CIVM, rebalancing aktif dilakukan dengan menghitung target nilai alokasi yang disesuaikan dengan nilai portofolio terkini.
Proses rebalancing CIVM mencakup:
- Perhitungan target nilai alokasi: TargetNilaii = allocated_percentagei × TotalPortofoliot
- Perhitungan koreksi: KoreksiNilaii = TargetNilaii - NilaiAktuali
- Konversi ke jumlah lot: koreksi_lot
- Penerapan filter transaksi sebelum eksekusi
Rebalancing aktif CIVM berbeda dari rebalancing tradisional karena menggunakan target alokasi dinamis dan filter transaksi multi-faktor.
Filter Transaksi
Kriteria atau kondisi yang harus dipenuhi sebelum eksekusi transaksi beli atau jual. Dalam CIVM, filter transaksi diterapkan pada keputusan rebalancing untuk memastikan kualitas eksekusi yang lebih baik.
Filter transaksi utama dalam CIVM:
- Filter Beli: Rekomendasi Teknikal 'BUY', Status Z-Score 'Safe', Laporan keuangan tepat waktu, Ketersediaan kas
- Filter Jual: HANYAJUALKETIKAPROFIT (transaksi jual hanya dieksekusi jika posisi dalam keuntungan)
Filter transaksi ini membantu memaksimalkan probabilitas keberhasilan dan meminimalkan risiko dalam eksekusi rebalancing.
Trailing Twelve Months (TTM)
Metode perhitungan yang menggunakan data keuangan dari 12 bulan terakhir (empat kuartal) untuk menghasilkan metrik yang lebih stabil dan representatif. Dalam CIVM, pendekatan TTM digunakan untuk berbagai metrik termasuk:
- TTM Income (pendapatan bersih 12 bulan terakhir)
- TTM EPS (earnings per share 12 bulan terakhir)
- TTM ROE (return on equity 12 bulan terakhir)
- TTM Book Value Growth (pertumbuhan nilai buku 12 bulan terakhir)
- TTM ROE Growth (pertumbuhan ROE 12 bulan terakhir)
Metrik TTM membantu mengurangi efek sesonalitas dan fluktuasi jangka pendek dalam analisis keuangan.
Book Value Per Share (BVPS)
Nilai buku per lembar saham, dihitung dengan membagi total ekuitas pemegang saham dengan jumlah saham beredar. BVPS adalah metrik penting dalam penilaian Graham dan komponen CIVM.
BVPS = Total Equity / Outstanding Shares
Dalam CIVM, BVPS digunakan dalam perhitungan Graham Number dan sebagai dasar untuk menghitung pertumbuhan nilai buku yang dibobot dengan CV.
Return on Equity (ROE)
Rasio laba bersih terhadap ekuitas, mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari modal pemegang saham. Dalam CIVM, ROE digunakan untuk menilai profitabilitas dan efisiensi perusahaan.
ROE = Net Income / Shareholders' Equity
CIVM menggunakan TTM ROE dan volatilitas ROE (diukur dengan CV) sebagai komponen dalam proses valuasi dan analisis pertumbuhan perusahaan.
Sharpe Ratio Fundamental (SRF)
Metrik yang mengukur risk-adjusted return fundamental sebuah perusahaan. Berbeda dengan Sharpe Ratio tradisional yang menggunakan return harga saham, SRF mengukur konsistensi pertumbuhan fundamental perusahaan berdasarkan perubahan ekuitas dan dividen.
SRF = (Mean(Rfund) - Risk_Free_Rate) / StdDev(Rfund)
Dimana: Rfund(t) = (Equityt - Equityt-1 + Dividendt) / Equityt-1
Kategori SRF: Excellent (>0.5), Good (0.2-0.5), Average (0-0.2), Poor (<0).
SRF digunakan dalam CIVM untuk menghitung Risk Adjustment Factor dan menyesuaikan Margin of Safety.
Free Float Ratio Normalized (FFRN)
Proporsi saham yang bebas diperdagangkan di pasar, dinormalisasi untuk perhitungan dalam sistem CIVM. FFRN menggambarkan likuiditas potensial dan aksesibilitas saham bagi investor publik.
FFRN digunakan dalam CIVM untuk:
- Menghitung Margin of Safety (MoS) berbasis likuiditas
- Menentukan bobot alokasi portofolio melalui formula CapG
- Mengadjust potensi investasi berdasarkan ketersediaan saham
Saham dengan FFRN tinggi umumnya memiliki likuiditas lebih baik dan risiko slippage lebih rendah.
CapG (Capital Gain Weighted)
Skor alokasi yang mengintegrasikan potensi kenaikan harga dengan kapitalisasi pasar dan free float ratio. CapG mencerminkan potensi keuntungan dalam nilai absolut rupiah, bukan hanya persentase.
CapG = pt × HargaPasar × JumlahSahamBeredar × FFR
Dimana: pt = Potensi upside valuasi (AdjustedFairPrice - HargaPasar) / HargaPasar
FFR = Free Float Ratio
CapG digunakan sebagai input untuk algoritma Sainte-Laguë dalam menentukan alokasi proporsional portofolio. Pendekatan ini memastikan saham dengan kapitalisasi besar dan likuid mendapat alokasi yang sesuai dengan kapasitas investasinya.
Z-Score Benchmarking
Perbandingan kuantitatif Z-Score suatu saham terhadap rata-rata sektor dan subsektor industri yang sama. Memberikan konteks relatif terhadap perusahaan sejenis.
Zsektor = (ZScoresaham - Meansektor) / StdDevsektor
Zbenchmarking = max(Zsektor, Zsubsektor)
Berdasarkan hasil benchmarking, sistem menerapkan diskon eksponensial pada nilai wajar untuk saham dengan posisi relatif lemah. Diskon maksimum 90% untuk Z-Score benchmarking yang sangat negatif.
VWAP Kumulatif
Volume Weighted Average Price kumulatif yang menunjukkan harga rata-rata tertimbang volume perdagangan sejak awal periode tertentu. Digunakan sebagai filter tambahan dalam keputusan pembelian.
Dalam CIVM, VWAP Kumulatif digunakan sebagai:
- Filter Beli: Transaksi beli dipertimbangkan jika harga saat ini ≤ VWAP kumulatif
- Konfirmasi Value: Harga di bawah VWAP mengindikasikan akumulasi pada area value yang menguntungkan
VWAP kumulatif membantu mengoptimalkan timing entry dengan memanfaatkan area harga yang didukung oleh volume perdagangan.
Risk Adjustment Factor
Faktor penyesuaian yang mengkonversi Margin of Safety berbasis FFRN dengan mempertimbangkan konsistensi fundamental perusahaan (diukur dengan SRF).
Risk_Adjustment_Factor = 1 / (1 + β × SRF)
Dimana: β = 0.3 (koefisien sensitivitas)
Saham dengan SRF tinggi (fundamental konsisten) membutuhkan margin of safety lebih kecil karena risikonya lebih rendah. Sebaliknya, saham dengan fundamental volatil memerlukan diskon lebih besar.
MoSrequired = MoSFFRN × Risk_Adjustment_Factor
Max_Buy_Price = Fair_Value × (1 - MoSrequired)
Investment Viability Score (IVS)
Skor akhir yang menentukan kelayakan investasi suatu emiten dalam framework CIVM. IVS menggabungkan lima pilar analisis dengan bobot yang dikalibrasi menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP).
IVS = Σ(Wi × Si)
Dimana:
W₁ = 0.40 (Valuasi) × S₁ = Fair_Price_Score
W₂ = 0.25 (Risiko) × S₂ = Risk_Score
W₃ = 0.15 (Filter) × S₃ = Filter_Score
W₄ = 0.12 (Alokasi) × S₄ = Allocation_Score
W₅ = 0.08 (Pengelolaan) × S₅ = Management_Score
Interpretasi IVS:
- > 80: Sangat Layak — Prioritas tinggi, alokasi maksimal
- 70-80: Layak — Alokasi normal sesuai bobot
- 60-70: Cukup Layak — Alokasi terbatas, monitor ketat
- 50-60: Marginal — Hold jika sudah punya, no new entry
- < 50: Tidak Layak — Exclude dari portofolio
Analytic Hierarchy Process (AHP)
Metode pengambilan keputusan multi-kriteria yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. AHP digunakan dalam CIVM untuk menentukan bobot relatif antar lima pilar analisis melalui perbandingan berpasangan.
Proses AHP dalam CIVM:
- Konstruksi matriks perbandingan berpasangan menggunakan skala Saaty (1-9)
- Kalkulasi eigenvector untuk mendapatkan bobot relatif
- Verifikasi konsistensi dengan Consistency Ratio (CR < 0.1)
Hasil Kalibrasi CIVM: Valuasi (40%), Risiko (25%), Filter (15%), Alokasi (12%), Pengelolaan (8%) dengan CR = 0.045.
Margin of Safety (MoS)
Konsep fundamental dari Benjamin Graham yang menunjukkan selisih antara nilai intrinsik (fair value) dengan harga pasar. MoS berfungsi sebagai buffer terhadap kesalahan estimasi dan ketidakpastian pasar.
MoS = (Fair_Value - Market_Price) / Fair_Value
Max_Buy_Price = Fair_Value × (1 - MoS_required)
Dalam CIVM, MoS dikombinasikan dengan Free Float Ratio Normalized (FFRN) dan Risk Adjustment Factor untuk menentukan harga beli maksimal yang dapat diterima.
Earnings Per Share (EPS)
Laba bersih per lembar saham, merupakan salah satu metrik fundamental paling penting dalam analisis valuasi. CIVM menggunakan EPS Trailing Twelve Months (TTM) untuk perhitungan yang lebih stabil.
EPS = Net Income / Outstanding Shares
EPS TTM = Σ(Net_Income_Q₁ + Q₂ + Q₃ + Q₄) / Shares
EPS digunakan dalam perhitungan Graham Number dan Graham Formula sebagai komponen utama valuasi fundamental.
MOAT Assessment
Evaluasi keunggulan kompetitif berkelanjutan (economic moat) suatu perusahaan. Istilah "moat" dipopulerkan oleh Warren Buffett untuk menggambarkan pertahanan bisnis terhadap pesaing.
Komponen MOAT dalam CIVM:
- Cost Advantage: Kemampuan memproduksi dengan biaya lebih rendah
- Intangible Assets: Merek, paten, lisensi regulasi
- Network Effect: Nilai meningkat seiring pertambahan pengguna
- Switching Costs: Biaya tinggi bagi pelanggan untuk beralih
- Efficient Scale: Pasar terbatas yang menghalangi pesaing baru
MOAT Assessment menjadi salah satu filter pada Gate 4 (Ketahanan Bisnis) dalam decision tree autoportofolio.
Consistency Ratio (CR)
Ukuran konsistensi dalam matriks perbandingan berpasangan AHP. CR digunakan untuk memvalidasi bahwa penilaian pembuat keputusan bersifat konsisten dan tidak kontradiktif.
CR = CI / RI
Dimana:
CI (Consistency Index) = (λmax - n) / (n - 1)
RI (Random Index) = nilai acuan berdasarkan jumlah kriteria
Interpretasi: CR < 0.1 menunjukkan konsistensi yang dapat diterima. CIVM memiliki CR = 0.045, jauh di bawah threshold sehingga bobot yang dihasilkan reliabel.
Graham Formula (Modifikasi)
Formula valuasi Benjamin Graham yang dimodifikasi untuk konteks pasar Indonesia. Formula asli (1962) disesuaikan dengan yield obligasi lokal dan mekanisme adjustment untuk growth negatif.
Fair Value = EPS × (8.5 + 2×G_adj) × 4.4 / Y_bond
Dimana:
G_adj = G (jika G ≥ 0)
G_adj = max(exp(G) - 1, -0.1) (jika G < 0)
Y_bond = Current Bond Yield (default 7%)
Modifikasi eksponensial untuk growth negatif mencegah valuasi menjadi terlalu ekstrem ketika pertumbuhan menurun.
Five Pillars CIVM
Lima pilar utama yang membentuk framework CIVM dengan bobot yang dikalibrasi melalui AHP:
- Valuasi Fundamental (40%): Graham Formula, Graham Number, CV-weighting, DPR adjustment
- Analisis Risiko Adaptif (25%): Z-Score adaptif, SRF, Z-Score Benchmarking
- Filter Perilaku Pasar (15%): Eligibility check, TA signal, VWAP & MoS
- Alokasi Proporsional (12%): CapG weighting, algoritma Sainte-Laguë
- Pengelolaan Dinamis (8%): Buy/sell conditions, rebalancing aktif
Kelima pilar terintegrasi menghasilkan Investment Viability Score (IVS) sebagai skor akhir kelayakan investasi.