Elliott Wave
Teori Elliott (Ralph Nelson Elliott, 1930-an) menyatakan bahwa pergerakan pasar berulang dalam bentuk gelombang yang mencerminkan gelombang psikologi: antusiasme, keraguan, panik, dan optimisme berulang dalam pola yang sama.
Struktur dasar: 5 + 3
- Gelombang motif (1-2-3-4-5) bergerak searah tren: 1 = mulai berubah, 2 = koreksi (tidak boleh lebih rendah dari awal 1), 3 = gelombang terkuat (paling panjang, volume besar), 4 = koreksi (tidak boleh masuk area gelombang 1), 5 = ekses akhir — sering disertai divergence.
- Gelombang korektif (A-B-C) bergerak melawan tren: A = penolakan awal, B = upaya balik gagal, C = penurunan/kenaikan lanjutan yang mengunci pembalikan.
Aturan inti yang tidak boleh dilanggar
- Gelombang 2 tidak pernah menembus awal gelombang 1.
- Gelombang 3 tidak pernah menjadi gelombang terpendek dari tiga gelombang impulsif.
- Gelombang 4 tidak tumpang tindih dengan area harga gelombang 1.
Metode Wyckoff
Richard D. Wyckoff (awal 1900-an) mendekati pasar dari sisi pelaku besar: harga digerakkan oleh operator yang mengakumulasi (mengumpulkan) sebelum kenaikan dan mendistribusikan (melepas) sebelum penurunan. Teori ini menjelaskan struktur di balik pola Bab 3.
Siklus Wyckoff (fase pergerakan besar)
- Akumulasi — setelah tren turun, uang besar perlahan membeli di area datar (spring/stop-hunt sering terjadi di sini).
- Momentum naik (Markup) — harga keluar dari area akumulasi; volume dan minat membesar.
- Distribusi — di puncak, uang besar melepas posisi ke pembeli euforia; struktur datar mirip akumulasi tetapi di harga tinggi.
- Momentum turun (Markdown) — harga pecah ke bawah; siklus berulang.
Konsep kunci yang dipakai sehari-hari: spring (penembusan palsu ke bawah yang langsung berbalik — menghapus stop penjual), effort vs result (volume besar tapi harga tidak bergerak = ada yang menahan), dan sign of weakness / cause-effect (ukuran area akumulasi menentukan besarnya pergerakan berikutnya — "sebab dan akibat" Wyckoff).
Gann: Siklus & Waktu
W.D. Gann (awal 1900-an) menekankan bahwa waktu sama pentingnya dengan harga. Dari seluruh warisannya, dua gagasan yang masih berguna dan masuk akal:
- Siklus waktu: peristiwa pasar berulang dengan pola periodik (musiman, tahunan, siklus panjang). Gann banyak memakai siklus tahunan dan angka-angka bulat.
- Sikap terhadap level: level psikologis bulat (harga genap, kelipatan besar) sering jadi titik penolakan — di BEI ini terlihat jelas pada harga saham yang diperdagangkan ratusan/ribuan rupiah.
Membaca Volume: OBV & A/D
Harga tanpa volume hanya setengah cerita. Volume menguji validitas gerakan: kenaikan ber-volume besar lebih kredibel daripada kenaikan sepi. Dua indikator volume klasik:
- OBV (On-Balance Volume) — garis kumulatif: volume dihitung penuh bila penutupan naik, dikurangi penuh bila turun. Ia menjawab: apakah volume mengalir searah harga? OBV membuat puncak baru lebih dulu = akumulasi diam-diam; OBV tertinggal dari harga = distribusi.
- A/D Line (Accumulation/Distribution) — mirip OBV tapi pembagiannya memakai posisi penutupan dalam rentang hari (close location value), sehingga hari dengan penutupan di dekat tertinggi dihitung lebih kuat.
Divergence volume adalah pola paling berguna di keduanya: harga naik ke puncak baru tapi OBV/A/D tidak mengiringi → naiknya ditopang makin sedikit uang → peringatan distribusi (dan kebalikannya untuk bottom).
Volume Profile & POC
Bila OBV/A/D meringkas volume ke satu garis, Volume Profile meletakkan volume di tiap level harga — menunjukkan di mana "perang" harga terbanyak terjadi:
- POC (Point of Control) — level dengan volume terbesar: magnet harga, "harga wajar" versi pasar pada periode itu.
- Value Area (VAH / VAL) — area ±70% volume: di sinilah mayoritas transaksi terjadi; harga yang bertahan lama di luar value area dianggap "luar konsensus".
- Low volume node — area dengan transaksi sedikit: harga cenderung melesat cepat melewatinya (zona "sepi").
Menyatukan Semuanya
Perjalanan enam bab ini membentuk satu kerangka utuh — dari elemen dasar sampai teori besar:
- Bab 1-2: membaca struktur (candle, tren, support/resisten, level). Bahan mentah.
- Bab 3: mengenali bentuk perilaku berulang (pola grafik). Cerita mikro.
- Bab 4-5: mengukur dengan alat (MA, MACD, RSI, Bollinger, Fib, ADX, VWAP). Perangkat pengukur.
- Bab 6: menafsirkan konteks besar (Elliott, Wyckoff, Gann, volume). Peta makro.
Urutan yang disarankan untuk latihan: kuasai Bab 2 sampai betul-betul nyaman, jadikan Bab 4 sebagai toolkit harian, lalu gunakan Bab 3 dan 6 untuk konteks — jangan sebaliknya. Teori besar tanpa dasar justru membingungkan; teori besar di atas dasar yang kuat membuat semuanya nyambung.
Ringkasan Bab 6
- Elliott Wave memetakan ritme 5+3; aturannya ketat, penomorannya subjektif — pakai sebagai cerita, bukan sinyal.
- Wyckoff menjelaskan niat di balik harga: akumulasi, distribusi, spring, effort vs result.
- Gann mengingatkan waktu & siklus; gunakan gagasan siklus dan level bulat, sisanya sejarah.
- Volume menguji gerakan: OBV dan A/D line mendeteksi akumulasi/distribusi lewat divergence.
- Volume Profile (POC, VAH/VAL) menempatkan volume di level harga — magnet dan area konsensus.
- Teknikal = lapisan konteks dan timing; keputusan tetap di fair value + risk gate.