Total Emiten
–
Total Market Cap (KSEI)
–
Total Saham Free Float
–
Total Market Cap Efektif
–
Rata-rata FFR %
–
FFR Agregat Pasar
–

Breakdown Kategori Kepemilikan (KSEI) β€” (Pilih baris di tabel)

Visualisasi Kepemilikan

Klik pada baris di tabel untuk melihat detail breakdown kepemilikan saham berdasarkan kategori investor.

Timeline Kepemilikan Saham

Analisis perubahan kepemilikan saham berdasarkan Data Kepemilikan KSEI dari waktu ke waktu.

Multi-Period Analysis

Masukkan kode saham untuk melihat timeline kepemilikan.

Tabel Analisis Free Float Emiten

Klik baris untuk detail. Gunakan "Pilih Kolom" untuk menambah/mengurangi kolom tabel.

Kriteria FFR Aktif: Memuat...

🧭 Panduan Strategis & Interpretasi

FFR bukan sekadar angka, melainkan **kompas strategis** untuk mengelola risiko, likuiditas, dan alokasi modal. Berikut kerangka praktis untuk menggunakannya:

  1. Pahami Peran FFR dalam Efisiensi Harga
    FFR tidak menentukan nilai intrinsik, tapi menentukan **seberapa efisien harga pasar mencerminkan nilai tersebut**. Saham ber-FFR tinggi (jalan raya lebar) akan lebih cepat menemukan *fair value*-nya daripada saham ber-FFR rendah (gang sempit) yang mudah bergejolak.
  2. Gunakan Definisi FFR yang Konsisten (MSCI-Style)
    Dalam alat ini, penyebut yang digunakan adalah total saham beredar resmi (Sec. Num), bukan hanya saham yang tercatat dalam laporan KSEI.
    • FFR = (Saham Free Float [dari Toggle]) Γ· Sec. Num
    • Gunakan *toggle* di sidebar untuk menyimulasikan berbagai skenario FFR (misal: hanya ritel, atau ritel + reksa dana, dll).
    Pendekatan ini selaras dengan metode MSCI/FTSE/IDX, sehingga hasilnya sesuai praktik umum pasar.
  3. Terapkan Margin of Safety (MoS) Adaptif
    Semakin rendah FFR, semakin besar potensi deviasi harga, sehingga **MoS yang dibutuhkan harus lebih besar**. Ini membuat keputusan investasi lebih responsif terhadap likuiditas.
    Tipe SahamFFRMoS Ideal
    Blue chip likuidβ‰₯ 0,61–10 %
    Mid cap menengah0,3–0,615–25 %
    Low float / IPO tipis< 0,330–50 %
  4. Gunakan Market Cap Efektif untuk Alokasi
    Kapitalisasi pasar tradisional bisa menyesatkan. Gunakan **Market Cap Efektif** (`Harga Γ— Saham Free Float [dari Toggle]`) sebagai basis alokasi. Ini adalah "ruang pasar" yang realistis (seperti leher ember yang lebar) dan menjadi *input* ideal untuk metode alokasi proporsional seperti **Sainte-LaguΓ«**, mencegah bias dari emiten besar yang tidak likuid.
  5. MoS Eksponensial Berbasis FFRN
    Sistem memakai fungsi peluruhan eksponensial untuk menghubungkan FFRN dan Margin of Safety sehingga respons risiko lebih halus:
    • FFRN sangat rendah β†’ MoS mendekati 30% (perlindungan ekstra)
    • FFRN β‰ˆ 1 β†’ MoS sekitar 9% (risiko moderat)
    • FFRN tinggi β†’ MoS turun menuju 5% (pasar dalam)
    Konfigurasi default: mosMin 5%, mosMax 30%, decayK 1.25. Tidak ada lagi perhitungan jangkar maupun parameter gamma sehingga hasil konsisten lintas dataset.
  6. Lihat Risiko dalam Konteks Pasar (Normalisasi)
    Lihat FFR Agregat ("paru-paru pasar") untuk memahami likuiditas pasar makro. Kemudian, gunakan **FFR Normalisasi** (`FFR Saham / FFR Agregat`) untuk melihat risiko relatif:
    • **Normalized < 1.0:** Saham ini lebih "sempit" dari rata-rata pasar. Perlu MoS lebih besar.
    • **Normalized > 1.0:** Saham ini lebih "lapang" dan likuid dari rata-rata pasar.
  7. Eksekusi dengan Disiplin
    Harga bagus tidak berarti *entry* bagus jika pasar (FFR) terlalu sempit.
    "Potensi memberi peluang, MoS memberi perlindungan, FFR memberi konteks pasar yang nyata."