Kembali ke Riset

Audio Investigasi: Nadiem Makarim

Durasi: 15 menit 30 detik

00:00 15:30

Skandal Chromebook: Ambisi Digitalisasi yang Tersandung

Pada 4 September 2025, Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang merugikan negara triliunan rupiah.

Total Anggaran Proyek

Rp 9,9 T

Untuk 1,1 Juta Unit di 77.000 Sekolah

Estimasi Kerugian Negara

Rp 1,98 T

Akibat Dugaan Mark-up & Biaya Tidak Perlu


Detail Kasus Korupsi Chromebook

Alokasi Kerugian Negara

Kerugian negara sebesar Rp1,98 triliun diduga berasal dari dua komponen utama: penggelembungan harga perangkat keras dan biaya lisensi perangkat lunak yang dinilai tidak perlu.

Modus Operandi Korupsi

  • 1

    Penguncian Spesifikasi

    Menerbitkan Permendikbud yang mengunci spesifikasi ke ChromeOS, membatasi persaingan dan diduga menguntungkan Google.

  • 2

    Mengabaikan Uji Coba

    Uji coba 2019 yang gagal dan ditolak menteri sebelumnya, tetap dilanjutkan oleh Nadiem.

  • 3

    Distribusi Gagal Sasaran

    Memaksakan perangkat yang bergantung internet ke daerah 3T tanpa infrastruktur memadai.


Kronologi Kasus Chromebook

2019: Perencanaan Awal

Sebelum dilantik, Nadiem dan timnya telah merencanakan digitalisasi pendidikan dengan fokus pada Chromebook.

2020: Pengarahan & Intervensi

Nadiem menggelar pertemuan dengan Google dan mengadakan rapat Zoom tertutup, mengarahkan penggunaan Chromebook sebelum pengadaan resmi dimulai.

2021: Regulasi Diterbitkan

Permendikbud No. 5/2021 terbit, mengunci spesifikasi ChromeOS yang menjadi dasar hukum pengadaan kontroversial ini.

2025: Penetapan Tersangka

Setelah penyelidikan panjang oleh Kejagung, Nadiem ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.


Dinamika GOTO: Surga bagi Pendiri, Neraka bagi Investor Ritel?

Sebelum skandal Chromebook, pola kepemimpinan berisiko Nadiem telah terlihat dalam saga IPO GOTO, di mana keuntungan pribadi berbanding terbalik dengan kerugian investor publik.

Kejatuhan Saham GOTO

Setelah IPO dengan valuasi fantastis, saham GOTO anjlok drastis, menyebabkan kerugian besar bagi investor yang terjebak dalam euforia.

Kontras Kekayaan

Nadiem diduga menjual sahamnya sebelum IPO dengan keuntungan triliunan, sementara GOTO sendiri mengakumulasi kerugian puluhan triliun pasca-IPO.


Pola Berulang: Analogi Tesla di Pelosok

Kebijakan Nadiem, dari GOTO hingga Chromebook, ibarat memaksakan mobil Tesla di daerah terpencil: canggih, inovatif, namun tidak adaptif dan mengabaikan kondisi nyata di lapangan, yang akhirnya berujung pada kegagalan dan kerugian.

GOTO

➔

Ekspansi agresif dengan valuasi 'bakar uang' berujung pada kerugian investor ritel pasca-IPO.

Chromebook

➔

Memaksakan teknologi canggih tanpa infrastruktur memadai, mengakibatkan kerugian negara triliunan.

Kurikulum Merdeka

➔

Perubahan cepat tanpa pelatihan guru memadai, dikritik gagal beradaptasi dengan kondisi lokal.

Implikasi dan Pelajaran

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa inovasi tanpa tata kelola yang baik dan adaptasi terhadap konteks lokal dapat berujung pada kegagalan sistemik, merugikan kepercayaan publik, keuangan negara, dan investor. Diperlukan pengawasan yang ketat dan kebijakan yang berbasis bukti, bukan sekadar citra kemajuan.

TI
Tim Investigasi CanonNimu Tim riset dan investigasi AutoPortofolio yang berfokus pada analisis mendalam kebijakan publik, tata kelola perusahaan, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Pendekatan Analitik Terintegrasi

Informasi Kuantitatif AutoPortofolio

Ringkasan valuasi fundamental, kesehatan finansial, dan analisis teknikal sebagai bahan evaluasi investasi.

Kerangka Valuasi dan Risiko CIVM

Model CIVM merangkum valuasi fundamental, stabilitas bisnis, risiko, dan sinyal pasar sebagai bahan evaluasi investasi yang lebih disiplin.

  • Pengukuran stabilitas keuangan dengan Coefficient of Variation pada Nilai Buku dan ROE
  • Penyesuaian valuasi berdasarkan rasio pembayaran dividen sebagai indikator kualitas laba
  • Integrasi beberapa lapisan guardrail untuk menghindari valuasi yang terlalu agresif
  • Parameter produksi dan metode scoring internal tidak dipublikasikan sebagai spesifikasi implementasi

Analisis Z-Score untuk Kesehatan Finansial

Metode Altman Z-Score membantu memprediksi risiko kebangkrutan. AutoPortofolio menggunakannya untuk memastikan portofolio berisi emiten yang sehat dan resilien.

  • Menilai probabilitas financial distress emiten secara kuantitatif
  • Mengidentifikasi perusahaan dengan struktur modal yang solid
  • Mengurangi eksposur terhadap saham dengan kualitas aset yang menurun
  • Mendukung alokasi dana pada emiten dengan kesehatan finansial terjaga

Referensi Analisis Teknikal Saham

Pelajari metodologi analisis teknikal dari level dasar hingga lanjutan untuk memahami momentum dan perilaku harga pasar.

  • Dasar pembacaan grafik dan formasi candlestick
  • Pengenalan pola grafik serta indikator untuk pemula
  • Referensi indikator tingkat menengah hingga lanjutan
  • Penyusunan strategi trading berbasis sinyal teknikal

Loading...